pmijawatimur.or.id – Olimpiade Palang Merah Remaja Online Nasional (OPON) VI Tahun 2026 kembali digelar pada awal tahun dan mencatatkan capaian partisipasi yang signifikan. Lebih dari 1.500 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai daerah di Indonesia tercatat mengikuti ajang nasional berbasis daring tersebut pada Sabtu (31/1/2026)
OPON VI Tahun 2026 mengusung tema “PMR Kreatif, Indonesia Inspiratif” yang menegaskan komitmen penguatan kapasitas generasi muda dalam bidang kepalangmerahan, kreativitas, serta kepedulian sosial. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan prestasi dan karakter bagi anggota PMR di seluruh Indonesia.
Panitia OPON VI 2026 mencatat, peserta berasal dari 270 sekolah yang tersebar di 77 kabupaten/kota pada 19 provinsi. Capaian ini menjadikan OPON sebagai olimpiade PMR berbasis daring terbesar di Indonesia hingga saat ini, baik dari sisi jumlah peserta maupun luasnya sebaran wilayah.
Meski telah mencatat angka partisipasi tinggi, jumlah peserta masih berpotensi bertambah. Panitia penyelenggara masih membuka perpanjangan masa pendaftaran seiring tingginya minat sekolah dan pembina PMR yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi nasional tersebut.
Sebagai agenda tahunan yang secara konsisten digelar pada awal tahun, OPON dinilai menjadi ruang strategis bagi PMR untuk mengawali tahun dengan kegiatan yang edukatif, kompetitif, serta sarat nilai kemanusiaan. Tingginya animo peserta mencerminkan bahwa OPON telah menjadi program yang dinantikan dan dipercaya oleh sekolah-sekolah di berbagai daerah.
Direktur Utama Talenta Prestasi Indonesia (TAPRESNESIA) sekaligus Ketua Panitia OPON VI Tahun 2026, Fajar I. Kurniawan, M.Kom., menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta merupakan bentuk kepercayaan besar kepada panitia penyelenggara.
“OPON merupakan kegiatan reguler awal tahun yang terus kami jaga konsistensinya. Tingginya jumlah peserta menjadi bukti kepercayaan dari PMR dan para pembina. Karena itu, peningkatan kualitas layanan, kesiapan sistem, dan profesionalitas penyelenggaraan menjadi prioritas utama kami,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, OPON VI diharapkan dapat menjadi model kompetisi PMR berbasis digital yang berkualitas, inklusif, dan inspiratif. Selain sebagai ajang prestasi, OPON juga diarahkan untuk mendorong lahirnya generasi PMR yang kreatif, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Dengan skala nasional yang semakin luas, OPON VI Tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi momentum penguatan jejaring PMR se-Indonesia serta internalisasi nilai-nilai kemanusiaan di kalangan pelajar.(red)


















