JEMBER (pmijawatimur.or.id) – Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Alun-Alun Jember pada Minggu, 1 Februari 2026. Di tengah kemegahan acara Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember turut hadir membawa misi kemanusiaan. Menariknya, aksi donor darah kali ini diwarnai oleh kehadiran sejumlah pasangan suami istri (pasutri) yang kompak mendonorkan darah mereka secara bersamaan.
Salah satu pasangan yang mencuri perhatian adalah Saroji dan Siti Munfarida, warga Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Keduanya tampak antusias mengikuti prosedur pemeriksaan sebelum jarum donor bersarang di lengan mereka.
Bagi Saroji, donor darah bukanlah hal baru. Ia tercatat telah mendonorkan darahnya sebanyak 44 kali, sementara sang istri, Siti Munfarida, telah mencapai 35 kali donor. “Dulu saya sering datang langsung ke kantor UDD PMI di Jalan Srikoyo. Tapi sekarang lebih sering ikut aksi donor di wilayah Wuluhan, seperti di kantor kecamatan,” ujar Saroji di sela-sela kegiatannya.
Selain mereka, pasangan Yazid beserta istrinya juga tak mau ketinggalan. Mereka sengaja hadir di Alun-Alun Jember untuk ikut merayakan satu abad NU sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi sesama melalui setetes darah.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan, khususnya para pasutri yang menjadikan donor darah sebagai gaya hidup keluarga.
Kehadiran PMI di acara besar seperti Resepsi Satu Abad NU ini bertujuan untuk menjemput bola dan memudahkan masyarakat yang ingin beramal lewat jalur kesehatan.
Aksi ini membuktikan bahwa semangat kemanusiaan bisa berjalan beriringan dengan perayaan hari besar keagamaan. PMI Jember berharap langkah para pasutri ini dapat memicu generasi muda dan pasangan lainnya untuk lebih peduli terhadap stok darah di Kabupaten Jember. (*)


















