Gresik (pmijawatimur.or.id) – Sebanyak 1.500 remaja Palang Merah Remaja (PMR) dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) PMR Jawa Timur 2025, 17-21 September 2025 di Bumi Perkemahan Semen Indonesia, Gresik. Kegiatan yang digelar selama enam hari ini menjadi ajang pembinaan jiwa kemanusiaan sekaligus persiapan menuju Jumbara Nasional.Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Jumbara bukan sekadar perkemahan, tetapi sarana membangun kebersamaan dan karakter generasi muda.
“Generasi emas itu harus cerdas, tangkas, dan berbudaya. Tiga nilai ini sangat relevan dengan semangat PMR yang mengedepankan jiwa kerelawanan. Generasi muda tidak boleh apatis, abai, atau malas bergerak. PMI adalah wadah luar biasa untuk melatih kepedulian sosial,” ujar Emil di lokasi kegiatan, Rabu (17/9/2025).
Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menambahkan, Jumbara menjadi agenda rutin empat tahunan untuk memilih dan mempersiapkan perwakilan Jawa Timur menuju tingkat nasional.“Peserta kali ini hampir 1.500 orang termasuk pembimbing. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tingkat nasional yang hanya diikuti 34 provinsi. Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memberdayakan gugus PMR di sekolah-sekolah dari SD hingga SMA/SMK,” jelas Imam.
Ia menekankan bahwa PMI berbeda dengan pramuka karena jumlah anggotanya lebih terbatas dan fokus pada relawan kemanusiaan. Satu gugus PMR di sekolah rata-rata beranggotakan 40–50 siswa terlatih. Mereka dilatih dalam evakuasi bencana, pertolongan pertama, dapur umum, kesehatan, hingga kebersihan.“Relawan PMI tidak digaji. Mereka bergerak murni sukarela. Namun, prestasi dalam Jumbara akan mendapatkan sertifikat resmi yang dapat digunakan sebagai nilai tambah saat mendaftar sekolah atau perguruan tinggi,” tambahnya.
Kegiatan Jumbara tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Palang Merah Indonesia yang dirayakan serentak di seluruh provinsi. Imam menegaskan bahwa kebutuhan akan aksi kemanusiaan PMI akan selalu relevan, baik dalam situasi bencana di dalam negeri maupun misi kemanusiaan internasional.Dengan keikutsertaan ribuan remaja ini, PMI Jawa Timur berharap lahir generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan.


















